Download this Blogger Template by Clicking Here!

PROFIL

https://web.facebook.com/irwan.a.lovers

Kamis, 10 Desember 2015

Widgets

H. Mufaqqih Riang (ulama )




                Pada abad ke 18 dan 19 Kerinci sejak abad ke 17/18 juga berkembang beberapa tarekat, diantara  tarekat - tarekat  yang  berkembang  di alam Kerinci pada masa itu ialah  tarekat syatariayah, tarekat Naqsabandiyah, yang salah satu pelopornya adalah H. Tuanku Mufaqqih Riang, beliau ulama tertua tarikat Naqsabandiyah beliau pernah belajar di Makkah lebih kurang selama 10 tahun. Tarekat lain juga yang berkembang pada waktu itu adalah tarekat Syattariyah dipelapori H.Abdul Imam Syattari, (Bungo Tanjung) tarekat Samaniah dan tarekat Qadariah[1].  Beberapa dusun dusun di alam Kerinci  hingga saat ini masih berkembang tarekat tarekat tersebut, dan pada umumnya memiliki pusat pusat pengajian. Diantara pusat pengajian tarekat terdapat di Kayu Aro Ambai, Bungo Tanjung (Kawasan Tanco-Kerinci) di Kumun dan di sejumlah dusun dusun di alam Kerinci. dan sebuah Masjid Syattariah dan lembaga / yayasan  pendidikan  Syattariah  terdapat  di  Kota Sungai Penuh. 
   Tarekat Syattariah telah tumbuh dan berkembang sejak paruh abad ke 18 dan abad ke 19, Tarekat Syattariah di alam Kerinci berkaitan erat dengan Tarekat Syattariah yang berkembang di  Minangkabau. Pada  awalnya Tarekat Syattariah berkembang dikawasan  Kecamatan Sitinjau Laut, Kecamatan Danau Kerinci dan di Kecamatan Keliling Danau. Diantara tokoh  ulama Syattariah ialah  KH.Abdul Imam Syattari, (Bungo Tanjung)  Syekh Said Syatari. di Desa Bungo Tanjung, KH.Adnan Djamil di Kayu Aro Ambai .
   Pengaruh ajaran-ajaran tarekat di Kabupaten Kerinci ini cukup besar dan sampai sekarang masih berkembang baik dalam bidang tasauf, sufi maupun dalam bidang ibadah.  Begitu juga menurut bapak Nazarudidin ( 57 th. )  seorang ulama di desa Bunga Tanjung Kecamatan Setinjau laut bahwa Pelaksanaan shalat hadiah di Bunga Tanjung ini sudah dilaksanakan cukup lama, seingat saya sejak saya lahir sudah ada,  yang dikembangkan  pertama kali oleh H. Tuanku Mufaqqih Riang, beliau termasuk ulama tertua di Kerinci, beliau belajar di Makkah dan pimpinan sekolah Islam yang telah melahirkan banyak Tengku-tengku yang ada di Kab. Kerinci. [2]  Shalat hadiah yang dikembangkan oleh H. Mufaqqih Riang adalah selama 14 hari sampai sekarang masih dilaksanakan di desa Bunga Tanjung.


[1]Buya  Nazaruddin, ( 60 tahun )  Wawancara langsung, 15 Juli 2014
[2] Nazaruddin, S.Ag, wawancara Langsung, 15 Juli  2014

SHARE THIS POST   

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: Mohammad
Mohammad is the founder of STC Network which offers Web Services and Online Business Solutions to clients around the globe. Read More →

0 komentar: